KESEIMBANGAN
PASAR BARANG DAN PASAR UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ekonomi makro pada
jurusan Perbankan Syariah
Dosenpengampu :
Anas Malik SE.I, ME.Sy

Disusun oleh :
Yunita rahma sari (1651020161)
FAKULTAS
EKONOMI
DAN BISINIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2018
Kata Pengantar
Dengan menyebut
nama allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, kami panjatkan puja dan
puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ekonomi makro tentang keseimbangan pasar
barang dan pasar uang dalam perspektif islam
Adapun makalah ekonomi
makro tentang keseimbangan pasar barang dan pasar uang dalam perspektif islam telah
kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak ,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan banyak trimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari
sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi
lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka
selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami
sehingga kami dapat memperbaiki makalah ekonomi makro ini.
Akhir kata penyusun
menyusun mengharapkan semoga dari makalah ekonomi makro tentang keseimbangan pasar barang dan pasar
uang dalam perspektif islamdapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat
memberi inpirasi terhadap pembaca.
Lampung, februari 2018
Penulis
Daftar isi
Kata pengantar ............................................................................................................ i
Daftar isi ...................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ................................................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah............................................................................................. 2
C.
Tujuan Penulisan............................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
pengertian pasar barang dan uang
dalam pespektif islam................................. 3
B.
pasar uang dalam presfektif islam.................................................................... 4
C.
Permintaan uang dalam presfektif
islam........................................................... 8
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
............................................................................................ 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kondisi perekonomian
merupakan indikator utama dalam mengukur tingkat kesejahteraan suatu
masyarakat. Sebuah Negara akan dipandang sebagai Negara yang sejahtera manakala
memiliki sistem ekonomi yang mapan dan memiliki pendapatan yang mencukupi.
Sebaliknya, kondisi perekonomian yang carut-marut, banyak warga yang berada di
bawah garis kemiskinan, jutaan rakyat menganggur, maka Negara tersebut tidak
dapat dikatakan Negara sejahtera. Paradigma inilah yang menjadikan ilmu ekonomi
sebagai ilmu yang paling penting dalam kehidupan manusia. Berbagai teori
dikemukakan oleh para ahli dan para pemikir dari zaman Yunani hingga saat ini.
Semua teori dan pandangan tersebut diperuntukkan membangun masyarakat yang
lebih adil..
Dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu Negara (makro), para ekonom menjadikan keseimbangan ekonomi sebagai sebuah tolak ukur. Yang dimaksud dengan analisis keseimbangan adalah analisis ekonomi makro tentang terbentuknya tingkat harga dan jumlah output berdasarkan asumsi bahwa pada setiap pasar (barang dan jasa, tenaga kerja, uang) permintaan telah sama dengan penawaran, sehingga permintaan agregat sama dengan penawaran agregat. Selama ini, terdapat tiga model pendekatan yang digunakan para ekonom dalam mengukur tingkat keseimbangan tersebut
Dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu Negara (makro), para ekonom menjadikan keseimbangan ekonomi sebagai sebuah tolak ukur. Yang dimaksud dengan analisis keseimbangan adalah analisis ekonomi makro tentang terbentuknya tingkat harga dan jumlah output berdasarkan asumsi bahwa pada setiap pasar (barang dan jasa, tenaga kerja, uang) permintaan telah sama dengan penawaran, sehingga permintaan agregat sama dengan penawaran agregat. Selama ini, terdapat tiga model pendekatan yang digunakan para ekonom dalam mengukur tingkat keseimbangan tersebut
Model keseimbangan umum ini menjadi tidak aplikatif
(relevan) jika dijadikan rujukan dalam Islam. Alasannya, prinsip hukum
(syariah) Islam yang melarang praktek bunga dalam ekonomi, karena bunga
dikategorikan sebagai riba dalam Islam. Absensi bunga ini tentu membuat salah
satu pasar utama dalam perekonomian konvensional, yaitu pasar moneter menjadi
tidak relevan dalam pembahasan keseimbangan umum ekonomi Islam. Terlebih lagi
ada beberapa kelemahan yang memang melekat dalam penjelasan keseimbangan umum
ekonomi konvensional, terutama kelemahan yang ditunjukkan oleh
ketidak-konsistenan definisi dan peran bunga dalam pasar.
B. Rumusan masalah
1
Jelaskan pengertian pasar barang dan
uang dalam pespektif islam?
2
Apa pasar uang dalam presfektif
islam ?
3
Apa Permintaan uang dalam presfektif
islam ?
C.
Tujuan
1
Untuk mengetahui pengertian pasar
barang dan uang dalam pespektif islam.
2
Untu mengetahui pasar uang dalam
presfektif islam.
3
Untuk mengetahui permintaan uang dalam perspektif islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
pengertian Pasar
Barang dan Pasar Uang dalam Perspektif islam
Pasar barang adalah pasar yang
mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu Negara dan dalam jangka waktu tertentu.Permintaan dalam pasar barang
merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa didalam negeri,
semantara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang
diproduksi dalam negeri. Pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran
dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau
kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga
perbankan.Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek.
Dalam perpektif
islam didalam pasar barang suku bunga yang ada dalam konvensional diganti
dengan sistem bagi hasil sehingga insentif dalam melakukan investasi adalah
besaran bagi hasil. Semakin besar bagian bagi hasil yang diterima oleh
investor, maka semakin memotivasi mereka untuk berinvestasi. Permintaan
investasi di pasar barang akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumberdaya
yang dapat mendukung kegiatan investasi, besaran keuntungan yang akan
didapatkan dari usaha, ketersediaan modal dan juga adanya bagian dari SDM yang
akan memiliki kemauan dan kemampuan berwirausaha dengan mempertimbangkan
tingkat keuntungan dan besaran resiko tertentu. Terkait dengan keuntungan,
besarnya keuntungan akan diukur dengan menggunakan besaran standar upah minimum.
Menurut
Metwally ada dua motif dalam memegang uang yaitu motivasi transaksi dan
motivasi jaga-jaga. Selain dipengaruhi oleh faktor pendapatan permintaan uang
dalam ekonomi islam tergantung pada ekspektasi return dari financial aset.
Ekspektasi return yang tinggi dari financial aset akan menyebabkan uang menjadi
kurang bermanfaat jika hanya di pegang dan tidak diinvestasikan. Dalam islam
terdapat suatu institusi pengendali dari permintaan uang yang spekulatif yaitu
zakat. Dengan adanya zakat, maka akan memperkuat motif uang untuk motif
altruistic (pinjaman kebaikan).[1]
B. Pasar barang dalam
perspektif islam
Kalau kita telaah pasar barang dalam pemikiran konvensional,
komponen-komponen penyusunan antara lain adalah konsumsi (C), Investasi (I),
dan pengeluaran pemerintah (G). jika secara matematis hubungan ini dapat
dituliskan sebagai berikut ;
Kurva IS : Y= C (Y-T), I (Y,i) dan G
Ada satu hal yang menjadi
ciri dari pasar barang dalam sistem ekonomi konvensional adalah kehadiran
instrument suku bunga yang[2]
menjadi faktor penentu besaran investasi dimasyarakat. Hal ini tentunya akan
bertentangan dengan konsep perekonomian dalam islam yang jelas-jelas
mengharamkan suku bunga karena suku bunga sama dengan riba. Pernyataan ini
mengacu kepada definisi riba, yaitu tambahan yang terjadi tanpa adanya
aktivitas disektor riil. Dengan mengacu pada definisi ini, sangat jelas bahwa
suku bunga termasuk sebagian dari riba.
Dalam menjelaskan model IS (kurva yang menggambarkan keseimbangan
dipasar barang), khan menjelaskan terlebih dahulu dari fenomena permintakaan
investasi dipasar barang. Sebagaimana dikonvensional, investasi adalah bagian
dari komponen dari permintaan agregat dipasar barang selain konsumsi (C), dan
belanja pemerintah (G).
Permintaan investasi dipasar barang akan sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan sumber daya yang dapat mendukung kegiatan investasi, besaran keuntungan
yang akan didapatkan dari usaha, ketersediaan modal dan juga adanya bagian dari
sumber daya manusia yang memiliki kemauan dan kemampuan kewirausahaan, dengan
mempertimbangkan tingkat keuntungan dan besaran resiko tertentu.
Terkait dengan keuntungan, besarnya keuntungan ini akan diukur
dengan menggunakan besaran standar upah minimum. Singkatnya, kesediaan seorang entrepreneur untuk menggeluti suatu bisnis akan tergantung
pada besaran risiko dan keuntungan,
dimana penjumlahan secara simultan antara besaran keuntungan dengan resiko
kerugian sama minimal sama dengan besaran upah minimum. Selain itu, untuk
mendapatkan suatu tingkat keuntungan tertentu akan sangat dipengaruhi oleh
besaran modal yang digunakan dalam berinvestasi. Hubungan antara besarnya modal dengan tingkat keuntungan
investai digambarkan dalam gambar 7.13. dalam gambar ini terlihat bahwa untuk
mencapai profit yng setara dengan upah minimum dibutuhkan besaran investasi
tertentu (Io). Selanjutnya, kegiatan investasi aan menghasilan keuntungan yang
maksimal jika modal investasi terus di tambah. Namun setelah investasi
menghasilkan keuntungan maksimum penambahan modal investasi selanjutnya akan
menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi.
![]() |
|||
P
![]() |
RM IM
Rm = tingkat output harapan yang menjadi
motivasi bagi SDM untu melakukan kegiatan entrepreneur
Im = tingkat investasi minmum yang dibutuhkan
untuk menghasilkan keuntungan sebesar R
dalam kegiatan entrepreneur
Secara umum, kondisi ini hanya terjadi pada
kondisi dimana modal tersedia tidak dalam bentuk bunga melainkan dalam bentuk
bunga, melainan bagi hasil.
Permintaan investasi secara agregat akan
sangat dipengaruhi oleh permintaan investasi tingkat mikro dimana besaran
investasu dipengaruhi ekspetasi keuntungan dan bagi hasil yang di klaim pemilik
dana. [3]

A
QO
IO
Kurva A Menunjukkan tingkat ekspetasi
keuntungan yang diharapkan dari kegiatan entrepreneurship. Nilai ini meningkat sejalan dengan
peningkatan nilai investasi , dan peningkatan ini terjadi sampai pada satu
titik dimana investasi menghasilkan keuntungan yang semakin menurun. Sedangkan
kurva B , dilihat dari prespektif pemilik dana dimana jika semakin besar
tingkat investasi maka akan semakin besar tingkat profit yang diharapkan. [4]
Komponen (a) dalam persamaan persamaan
keseimbangan di pasar barang dan perubahannya
Sebagaimana telah dijelasakan pada bagian awal
bagian ini, bahwa keseimbangan pasar barang dalam islam dibangun dengan
komponen konsumsi agregat(C) investasi agregat (I), dan belanja pemerintah (G)
secara matematis hubungan ni dirumuskan sebagai berikut :
Y= C + I + G + Y
Mengacu pada konsep keynes persamaan konsumsi
terdiri dari konsumsi autonomus dan konsumsi tergantung pada besaran pendapatan
di hitung dengan rumus [5]
C= bo + b ( 1-t) y
Investasi dipengaruhi besarnya pendapatan
masyarakat dan besarnya profit loss sharing, semakin besar nilai a’maka
permintaan investasi akan semakin menurun. Secara matematis fungsi investasi
dijabarkan sebagai berikut
I=io-ia
Jika G diasumsikan exogenous given, maka
substitusi dari kedua persamaan diatas :
Y=c+i+G
Y= bo + b (1-t) Y + io-ia
+ G
Y- b (1-t) Y = bo+ io +
G - ia
[1-b(1-t)] y= bo + io + G - ia
Y= bo +
io + G - ia /
[1-b(1-t)]
Jika persamaan
bo + io + G - ia / [1-b(1-t)] = AO
C. Permintaan Uang dalam Perspektif Islam
Permintan akan uang dalam suatu sistem perekonomian yang islami
akan dipengaruh oleh motif seorang muslim dalam memegang uang. Menurut Metwally
ada dua motif utama seorang muslim dalam memegang uang, yaitu :
1.
Motivasi transaksi
2.
Motivasi berjaga-jaga
Dengan 2 motif ini jelas, bahwa
permintaan uang untuk tujuan spekulasi sebagaiman yang dikemukakan Keynes,
tidak aka nada dalam suatu sistem perekonomian yang islami. Permintaan uang
dalam ekonomi islam menurut Metwally juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan.
Besarnya persediaan uang tunai akan berhubungan dengan tingkat pendapatan, dan
frekuensi pengeluaran.
Motivasi berjaga-jaga, meskipun
dibenarkan namun tidak berlebihan dari perkiraan biaya transaksi yang mungkin
akan muncul. Atau dengan kata lain untuk berjaga-jaga hanya dibenarkan dengan
jumlah yang terbatas. Terbatasnya jumlah uang untuk berjaga-jaga ini tidak
terlepas dari kepercayaan seorang muslim akan janji Allah di Al-Quran bahwa
allah akan menjamin rezeki mereka. Bahkan, Rasullullah mencontohkan lewat
sikapnya yang tidak pernah menyimpan sesuai appaun. Bahkan dalam suatu hadis
dikatakan bahwa rasulullah tidak bisa tidur jika terdapat uang dinar di
kantongnya.[7]
Bahwa permintaan uang seorang muslim
dipengaruhi oleh pendapatannya maka, fahim khan membuat hubungan ini secara
matematis yaitu
L= bY
Selain dipengaruhi oleh tingkat
pendapatannya, permintaan uang dalam sistem ekonomi islam juga tergantung
kepada ekspestasi return dari financial aset. Ekspektasi return yang tinggi
dari financial aset menyebabkan uang menjadi kurang bermanfaat jika uang hanya
dipegang dan tidak diinvestasikan.
Meski demikian, adanya rasa tanggung jawab
seorang muslim dalam membantu sesame muslim lainnya, maka motif memegang uang
sering kali dilandasi sikap untuk memberikan pinjaman qardhul hasan
kepada orang lain sebagai upaya untuk membantu mereka yang membutuhkan dana
pinjaman jangka pendek. Besaran
dana yang dipegang untuk motif ini, besarnya akan tergantung dari konsekuensi
biaya yang ditanggung akibat memegang uang tunai, dan juga return dari
aset-aset financial yang dimiliki seorang muslim. Rendahnya biaaya dalam
memegang uang tunai dan juga rendahnya return dari aset-aset financial akan
mengakibatkan keinginan untuk memegang uang dalam jumlah tunai menjadi lebih
besar. Dengan jumlah uang tunai yang lebih banyak, maka seorang muslim idealnya
akan dapat memberikan lebih banyak pinjaman kebaikan kepada sesamanya. Inilah
yang disebut oleh Fahim Khan, sebagai motif spekulatif terselubung permintaan
akan uang dalam sistem ekonomi islam.
Keinginan dasar untuk memegang uang
pada saat return rendah dan dorongan untuk melakukan investasi pada saat return
yang tinggi. Dengan kondisi ini, maka motif memegang uang untuk tujuan
altruistic akan lebih besar pada saat return investasi dari aset financial rendah
dari pada saat ekspektasi return investasi tinggi. [8]
Keseimbangan
pasar uang adalah sebagai berikut :
Berdasarkan hubungan ini terlihat bahwa ada
hubungan positif antara a dan y di gambarkan dalam kurva LAM :

y[9]
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1. Pasar
barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa
yang diproduksi oleh suatu Negara dan dalam jangka waktu tertentu. Dalam perpektif
islam didalam pasar barang suku bunga yang ada dalam konvensional diganti
dengan sistem bagi hasil sehingga insentif dalam melakukan investasi adalah
besaran bagi hasil.
2.
keseimbangan pasar barang dalam islam dibangun dengan
komponen konsumsi agregat(C) investasi agregat (I), dan belanja pemerintah (G)
secara matematis hubungan ni dirumuskan sebagai berikut : Y= C + I + G + Y
3. Permintan akan
uang dalam suatu sistem perekonomian yang islami akan dipengaruh oleh motif
seorang muslim dalam memegang uang. Menurut Metwally ada dua motif utama
seorang muslim dalam memegang uang, yaitu :Motivasi transaksi danMotivasi
berjaga-jaga
Daftar
Pustaka
Huda, Nurul dkk. 2008.
ekonomi makro islam. jakarta :
kencana.
Siti mahrofah “keseimbangan pasar barang dan uang” 16 mei 2018 jam 15.20diakses dari
sitimahrofah.wordpress.com
[1] Siti
mahrofah “keseimbangan pasar barang dan uang” diakses dari
sitimahrofah.wordpress.com diakses pada 16 mei 2018 jam 15.20


Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut