Rabu, 16 Mei 2018

KONSEP DAN TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ekonomi makro pada jurusan Perbankan Syariah
Dosenpengampu :
Anas Malik SE.I, ME.Sy
Disusun oleh :
Riska ayu tri kusuma  (1651020132)



FAKULTAS EKONOMI DAN BISINIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2018
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah  ekonomi makro tentang konsep dan teori pertumbuhan ekonomi
Adapun makalah ekonomi makro tentang konsep dan teori pertumbuhan ekonomi telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak , sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak trimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ekonomi makro ini.
Akhir kata penyusun menyusun mengharapkan semoga dari makalah ekonomi makro  tentang konsep dan teori pertumbuhan ekonomi dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberi inpirasi terhadap pembaca.

Lampung,  februari 2018

Penulis


Daftar isi

Kata pengantar ............................................................................................................ i
Daftar isi ...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ................................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................. 1
C.     Tujuan Penulisan............................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian pertumbuhan ekonomi.................................................................... 2
B.     Konsep pertumbuhan ekonomi......................................................................... 2
C.     Teori pertumbuhan ekonomi............................................................................. 3
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ...................................................................................................  6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................  7

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus dilakukan oleh setiap negara . dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan fenomena penting yang dialami dunia semenjak dua abad belakangan ini. Dalam priode tersebut dunia telah mengalami perubahan  yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan priode sebelumnya. Sampai bad ke 18 kebanyakan masyarakat  di berbagai negara  masih hidup pada tahap subsisten dan mata pencaharian di sektor pertanian, perikanan dan berburu.
Terdapat banyak teori yang di kemukakan oleh para ahli dan  konsep yang membahas tentang pertumbuhan ekonomi untuk memahami masalah pertumbuhan ekonomi yang dihadapi negara berkembang yang masih rendah taraf pembangunan dan kemakmurannya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pertumbuhan ekonomi ?
2.      Apa konsep pertumbuhan eknomi ?
3.      Apa teori pertumbuhan ekonomi ?


C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian pertumbuhan ekonomi
2.      Untuk mengetahui konsep pertumbuhan eknomi
3.      Untuk mengetahui teori pertumbuhan ekonomi





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menerangkan atau mengukur prestasi dari perkembangan suatu ekonomi. Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara seperti pertambahan produksi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal. [1]

B.     Konsep pertumbuhan ekonomi
1.      Konsep pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Sukirno menyatakan bahwa kebanyakan literatur ekonomi mengartikan pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kualitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Perkembangan dinyatakan perubahan pendapatan nasional suatu tahun tertentu dibanding tahun sebelumnya. [2]
Menurut maddison bahwa di negara-negara maju kenaikan dalam tingkat penadapat biasanya disebut pertumbuhan ekonomi, sedangkan di negara miskin ia disebut perkembangan ekonomi. Istilah perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah, seperti pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan jangka panjang. [3]
Karim (2007) berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi membutuhkan lingkungan politis yang dapat menciptakan insentif untuk ivestasi, sistem hukum yang melindungi hak-hak milik, dan perlindungan masyarakat umum terhadap korupsi, penyuapan, pencurian, dan pengambil alihan  hasil-hasil dari investasi mereka. Bahkan dalam lingkungan yang kondusif atau tidak ada kejahatan pun keputusan politis dapat mempengaruhi insentif untuk berinvestasi dan produktivitas dari investasi-investasi tersebut, termasuk peraturan-peraturan seperti perdagangan surat-surat berharga, perlindungan terhadap pemikiran melalui hak-hak paten pada masalah-masalah ketenaga kerjaan . pertumbuhan ekonomi juga membutuhkan investasi dan infrastruktur.[4]
2.       Pendapatan perkapita sebagai pengukur kemakmuran
Data pendapatan perkapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukkan perkembangan tingkat kemakmuran di suatu negara. Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan kemakmuran suatu negara di tentukan oleh perkembangan pendapatan nasional yang tidak disebabkan karena kenaikan harga. Oleh sebab itu, untuk menggambarkan perkembangan kemakmuran suatu masyarakat perlulah dihitung pendapatan perkapita pada harga tetap. Suatu masyarakat dipandang mengalami pertambahan dalam kemakmuran apabila pendapatan perkapita menurut harga tetap atau pendapatan perkapita riil terus menerus bertambah dari tahun ketahun. [5]

C.     Teori pertumbuhan ekonomi
1.      Teori pertumbuhan klasik
Menurut pandangan ahli ekonomi klasik ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,yaitu jumlah penduduk, jumlah stok barang-baran modal, luas tanah dan kekayaan alam , serta tingkat tehnologi yang digunakan. Walaupun menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung kepada banyak faktor,  ahli-ahli ekonomi klasik terutama menitik beratkan perhatian kepada pengaruh pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat tehnologi tidak mengalami perubahan. Berdasarkan kepada permisalan ini selanjutnya dianalisis bagaimana pengaruh pertambahan penduduk kepada tingkatproduksi nasional
Menurut pandangan ahli ekonomi klasik hukum bagi hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.  Ini berarti pertumbuhan ekonomi tidak akan terus menerus berlangsung. pada permulannya, apabila penduduk sedikit dan kekayaan alam relatif berlebihan,  tingkat pengembalian modal dan investasi yang dibuat tinggi.maka para pengusaha mendapatkan keuntungan yang besar. Akan menimbulkan investasi baru  dan pertumbuhan ekonomi terwujud. Apabila penduduk sudah terlalu banyak  pertambahan akan menurunkan tingkat kegiatan ekonomi karena produktifitas setiap penduduk menjadi negatif. Maka kemakmuran masyarakat menurun. Ekonomi mencapai tingkat pertumbuhan yang rendah pada keadaan ini pendapatan kerja hanya mencapai tingkat pendapatan yang cukup[6]

2.      Teori schumpeter
Teori schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori itu di tunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Investasi yang baru akan meninggikan tingkat kegiatan ekonomi negara

3.      Teori harrod domar
Dalam menganalisis masalah pertumbuhan ekonomi teori harrod damar bertujuan untuk menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertmbuhan yang teguh atau stedy growth  dalam jangka waktu yang panjang analisis ini harrod damar menggunakan permisalan-permisalan berikut :
a.       Barang modal yang mencapai kapasitas penuh
b.      Tabungan adalah proporsional dengan pendapatan ekonomi
c.       Rasio modal-produksi tetap nilainya
d.      Pereknomian terdiri dari dua sektor
Dalam analisisnya harrod domar menunjukkan bahwa walau pada suatu tahun tertentu (misal 2002) barang barang modal sudah mencapai kapasitas penuh , pengeluaran agregat tahun 2002 yaitu : AE=C+I, Akan menyebabkan kapasitas barang modal menjadi makin tinggi tahun berikutnya (tahun 2003) dengan kata lain, investasi yang berlaku tahun 2002 akan menambah kapasitas barang modal untuk mengeluarkan barang dan jasa tahun 2003.[7]


4.      Teori pertumbuhn neo klasik
Teori pertumbuhn neoklasik melihat dari sudut pandang segi penawaran menurut teori yang dikembangkan oleh abramovits dan solow pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi dlam persamaan pandangan ini dapat dinyatakan
      ˄Y= F(˄K, ˄L,˄T)
Dimana
˄Y adalah tingkat pertumbuhan ekonomi
adalah tingkat pertumbuhan modal
˄K, adalah tingkat pertumbuhan modal
˄L,adalah tingkat pertumbuhan penduduk
 ˄T adalah tingkat pertumbuhan tehnologi

Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu dan seterusanya dengan membuat pembuktian secara kajian empiris yang membentuk kesimpulan : faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja  faktor yang paling penting adalah kemajuan tehnologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja[8]













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Pertumbuhan ekonomi menerangkan atau mengukur prestasi dari perkembangan suatu ekonomi. Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara seperti pertambahan produksi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal.
2.      Konsep pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. :Sukirno menyatakan bahwa kebanyakan literatur ekonomi mengartikan pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kualitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan perkapita sebagai pengukur kemakmuran  :Data pendapatan perkapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukkan perkembangan tingkat kemakmuran di suatu negara.
3.      Teori pertumbuhan ekonomi
a.       Teori pertumbuhan klasik
Menurut pandangan ahli ekonomi klasik ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,yaitu jumlah penduduk, jumlah stok barang-baran modal, luas tanah dan kekayaan alam , serta tingkat tehnologi yang digunakan.
b.      Teori schumpeter
Teori schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
c.       Teori schumpeter
Teori schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
d.      Teori pertumbuhn neo klasik
faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja  faktor yang paling penting adalah kemajuan tehnologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja


Daftar pustaka

huda dkk, Nurul. 2017.ekonomi pembangunan islam.  jakarta . kencana .

sukirno,Sadono. 2012. makro ekonomi .jakarta . gramedia.





[1] Sadono sukirno , makro ekonomi (jakarta : gramedia,2012) hlm 423
[2]Nurul huda dkk, ekonomi pembangunan islam, (  jakarta : kencana , 2017) hlm 77
[3] Ibid, hlm 78
[4] Ibid, hlm -80
[5] Sadono sukirno, op cit,  hlm 425

[6] Ibid, hlm 433
[7] Ibid, hlm 435
[8] Ibid, hlm 437

Tidak ada komentar:

Posting Komentar